Surabaya, 02 Juni 2026. Pimpinan Pengadilan Agama Kabupaten Malang menghadiri kegiatan pembinaan yang diselenggarakan oleh Pengadilan Tinggi Agama Surabaya. Kegiatan tersebut dilaksanakan di kantor PTA Surabaya dan diikuti oleh pimpinan satuan kerja peradilan agama se-Jawa Timur. Pembinaan ini menjadi sarana untuk memperkuat kualitas kepemimpinan, pengawasan, serta peningkatan pelayanan publik di lingkungan peradilan agama. Melalui kegiatan tersebut, seluruh peserta memperoleh arahan strategis guna mendukung terwujudnya peradilan yang modern dan berintegritas.

Pada sesi pertama, Sekretaris PTA Surabaya – Muhammad Taufiqurrahman, S.Ag., M.H. menyampaikan sejumlah poin penting terkait penguatan tata kelola organisasi. Beliau menekankan pentingnya implementasi PERMA Nomor 7, 8, dan 9 Tahun 2016 melalui pembinaan yang dilakukan secara berkala oleh atasan kepada seluruh aparatur. Selain itu, disampaikan pula bahwa usulan pembangunan Zona Integritas menuju WBBM pada PTA Surabaya masih berlanjut, sementara usulan WBK dari PA Ngawi dan PA Ponorogo juga terus diproses. Dalam kesempatan tersebut juga diinformasikan bahwa seluruh tindak lanjut hasil monitoring dan evaluasi PNBP telah mencapai penyelesaian 100 persen.
Selanjutnya, Wakil Ketua PTA Surabaya – Drs. H. Arifin, M.H. turut memberikan pembinaan. Beliau mengajak seluruh pimpinan dan aparatur untuk melaksanakan tugas dengan penuh disiplin, baik dalam kehadiran maupun pelaksanaan pekerjaan sehari-hari. Selain itu, beliau menegaskan pentingnya memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat tanpa praktik pelayanan yang bersifat transaksional. Pengawasan secara langsung terhadap bawahan juga menjadi perhatian utama agar pelaksanaan tugas dapat berjalan secara optimal dan akuntabel.

Pada sesi akhir, Ketua PTA Surabaya – Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H. menyampaikan sejumlah arahan terkait penguatan layanan dan pemanfaatan teknologi informasi di lingkungan peradilan agama. Beliau menekankan pentingnya meningkatkan transparansi pelaksanaan eksekusi serta mengoptimalkan penggunaan sistem dan ruangan berbasis elektronik dalam mendukung pelayanan. “Pemanfaatan peradilan elektronik dan CCTV juga harus dimaksimalkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas pengawasan dan kualitas layanan” ujar beliau. Selain itu, seluruh satuan kerja diharapkan turut mensukseskan agenda Turnamen PTWP sebagai sarana mempererat solidaritas dan kebersamaan antar aparatur peradilan agama di wilayah Jawa Timur.
