Malang, 14 Juli 2026. Pengadilan Agama Kabupaten Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul melalui keikutsertaan salah satu hakimnya dalam Sosialisasi dan Simulasi E-Test Fit and Proper Test Calon Wakil Ketua Pengadilan Agama (CWKPA) Tahun 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pelaksanaan Fit and Proper Test yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia. Pengadilan Agama Kabupaten Malang diwakili oleh Hakim Kamil Amrulloh, S.H.I., M.H. yang mengikuti kegiatan secara daring dari Ruang Media Center. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib sebagai bentuk kesiapan menghadapi tahapan seleksi berikutnya.

Sosialisasi dan simulasi e-test bertujuan memberikan pemahaman teknis kepada seluruh peserta mengenai mekanisme pelaksanaan ujian berbasis digital. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh penjelasan mengenai tata cara penggunaan aplikasi, ketentuan pelaksanaan ujian, serta langkah-langkah yang harus diperhatikan selama proses e-test berlangsung. Simulasi juga menjadi sarana untuk memastikan kesiapan perangkat, jaringan, dan kemampuan peserta dalam mengoperasikan sistem yang akan digunakan saat ujian. Dengan demikian, pelaksanaan e-test diharapkan dapat berjalan lancar, efektif, dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Selama kegiatan berlangsung, Kamil Amrulloh, S.H.I., M.H. mengikuti setiap sesi sosialisasi dan simulasi dengan penuh kesungguhan. Berbagai materi teknis yang disampaikan menjadi bekal penting dalam menghadapi tahapan seleksi berikutnya. Keikutsertaan dalam kegiatan ini juga mencerminkan semangat aparatur Pengadilan Agama Kabupaten Malang untuk terus meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kesiapan dalam mengemban amanah yang lebih besar. Hal tersebut sejalan dengan sistem pengembangan karier berbasis merit yang diterapkan oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Kamil Amrulloh, S.H.I., M.H. menyampaikan harapannya agar kegiatan sosialisasi dan simulasi ini mampu memberikan pemahaman yang komprehensif kepada seluruh peserta mengenai pelaksanaan e-test. Beliau berharap setiap tahapan seleksi dapat berjalan dengan lancar, objektif, transparan, dan menghasilkan calon-calon pimpinan peradilan agama yang profesional, berintegritas, serta memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat. “Proses seleksi bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga kesempatan untuk belajar, meningkatkan kualitas diri, dan memperluas wawasan kepemimpinan” ujar beliau. Lebih lanjut, beliau berkomitmen untuk mengikuti seluruh tahapan dengan sungguh-sungguh serta memberikan hasil terbaik bagi kemajuan lembaga peradilan.
