2018-10-02 11:30:07

BERPRESTASI BERLANDASKAN PANCASILA SAKTI

1 Oktober adalah peringatan annually Hari Kesaktian Pancasila oleh segenap bangsa Indonesia. Tanggal tersebut diperingati sebagai sejarah perjalanan bangsa Indonesia dalam menumpas Partai Komunis Indonesia (PKI) yang melakukan pengkhianatan dengan merebut kekuasaan melalui kudeta di berbagai wilayah. PKI dengan kekuatan politiknya melakukan aksi yang menimbulkan banyak korban jiwa.Perstiwa tersebut terjadi pada tanggal 30 September 1965 di Jakarta, berupa penculikan petinggi Angkatan Darat hingga pembunuhan secara keji di Lubang Buaya.

Untuk mengenang persitiwa bersejarah ini, diterbitkannya Keppres RI Nomor  153 Tahun 1967 tentang Penetapan Tanggal 1 Oktober Sebagai Peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Keputusan Presiden ini merupakan salah satu cermin bagi tiap generasi agar tidak kembali terjerumus pada peristiwa kelam masa lalu dan senantiasa menatap masa depan dengan penuh optimisme. Pancasila merupakan satu kesepakatan bersama segenap komponen bangsa Indonesia untuk bersatu, bergotong royong bersama membangun bangsa dan negara Republik Indonesia menuju kejayaan dalam kebhinekaan.

Pada tahun 2018 ini tema Hari Kesaktian Pancasila adalah Pancasila Sebagai Landasan Kerja Mencapai Prestasi Bangsa. Hal ini disampaikan pula oleh Bapak Wakil Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Malang, Bapak Drs. H. Supadi, M.H. yang bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan hari kesaktian Pancasila yang dilaksanakan di halaman gedung Pengadilan Agama Kabupaten Malang dan diikuti oleh seluruh hakim dan pegawai.

            Dalam amanatnya, inspektur upacara kembali memberikan wejangan bahwa prestasi kerja aparat peradilan harus diwujudkan dalam bentuk melaksanakan tugas pokok sebagai aparatur peradilan dengan baik, diantaranya adalah memberikan pelayanan prima. Hal tersebut adalah prestasi aparatur peradilan yang merupakan prestasi bangsa yaitu dengan memberikan pelayanan prima dan pelayanan hukum yang berkeadilan kepada masyarakat Kabupaten Malang. Disamping itu juga program dirjen badilag yaitu one day minutation, one day published dan zona integritas.

            Bapak Supadi menambahkan, Pelayanan Terpadu Satu Pintu/PTSP diterapkan di Pengadilan Agama sebagai wujud peningkatan pelayanan kepada masyarakat, yaitu layanan secara terintegrasi dalam kesatuan proses, dari tahap pendaftaran perkara sampai dengan terbitnya produk Pengadilan Agama. Hal ini bertujuan untuk mempercepat proses penyelesaian perkara, mudah, transparan dan terukur serta program zona integritas sebagai sarana untuk menutup pintu korupsi, kolusi dan nepotisme.

           PERMA Nomor 3 Tahun 2018 Tentang Administrasi Perkara Di Pengadilan Secara Elektronik atau E-court, lanjut Wakil Ketua, merupakan pelaksanaan administrasi perkara secara elektronik yang meliputi pendaftaran perkara (e-filling), pembayaran biaya panjar perkara (e-payment), penyampaian pemberitahuan dan pemanggilan persidangan (e-summons) dan persidangan elektronik (e-litigation) merupakan keniscayaan untuk diterapkan sebagai upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan pada masyarakat.(red-wul)    

Comment


Leave a Comment





Informasi Lainnya


Artikel Lainnya


Sms Layanan