2019-01-21 16:22:37

Kepanjen | pa-kab.malang.go.id (21/01/2019)

Wujud dari keseriusan menerapkan zona integritas, Pengadilan Agama Kabupaten Malang mengadakan acara pendalaman zona integritas di Hotel Club Bunga-Batu. Acara tersebut diikuti oleh semua hakim, pegawai dan tenaga kontrak tanpa terkecuali serta empat orang peserta tamu dari Pengadilan Tinggi Agama Surabaya. Jum’at-Sabtu tanggal 18-19 Januari 2019 acara tersebut digelar.

Pada hari pertama hadir sebagai nara sumber adalah Ibu Jeanny HV Hutauruk, S.E, M.M, Ak, CA, sekretaris Ditjen Badilmiltun selaku Ketua Tim Reformasi Birokrasi Mahkamah Agung RI. Ibu Jeanny mengatakan bahwa masih banyak aparatur pemerintah yang belum siap bereformasi birokrasi, terbukti masih adanya beberapa aparatur yang terkena operasi tangkap tangan (OTT).

Lebih lanjut Ibu Jeanny menerangkan bahwa Reformasi Birokrasi adalah upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan, terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan (organisasi), tatalaksana (business proses) dan sumber daya manusia (aparatur). Sasaran dari penerapan Reformasi Birokrasi adalah terciptanya Good Governance, meliputi perubahan pada 8 area utama yaitu pelayanan publik, pengawasan, akuntabilitas, kelembagaan, tata laksana, SDM ASN, Undang-Undang/Peraturan, manajemen perubahan.

Dalam rangka melakukan perubahan dan mereform diperlukan kolaborasi jiwa dan skill manager dan leader. Jika yang ditampilkan adalah jiwa manager, maka akan tidak bisa luwes dan cenderung memperlakukan bawahan, anak buah, bahkan teman kerja sebagaimana robot karena tanpa melibatkan hati. Begitu juga sebaliknya jika yang ditampilkan adalah skill dan jiwa leader, maka instansi cenderung layaknya paguyuban.

Dalam acara tersebut bu Jeanny juga meminta Kasubag Kepegawaian untuk mau ke depan dan menyebutkan 4 orang hakim dan pegawai, yaitu 2 orang pegawai paling rajin dan dua pegawai yang kurang rajin. Tentu saja hal ini pekerjaan berat bagi Kasubag kepegawaian karena harus menyebutkan nama teman dengan predikat kurang rajin. Namun, itulah seorang agen perubah, harus berani bertanggungjawab dan berani menerima resiko. Selanjutnya bu Jeanny mempersilahkan Ibu Ketua PA Kab Malang untuk memberikan 2 gantungan kunci berlogo RB kepada 2 orang hakim dan pegawai paing rajin sebagai reward dan sebagai punishment kepada 2 orang hakim dan pegawai yang paling kurang rajin disertai wejangan pada kedua pegawai tersebut.

             Pada sesi selanjutnya, staf Ibu Jeanny, Raden Juanda Hilmy memberikan penjelasan mengenai dokumen dan eviden yang harus dilengkapi dalam mewujudkan WBK (Wilayah Bebas Korupsi). Selanjutnya tim Ibu Jeanny siap melakukan pendampingan terhadap PA. Kab Malang dalam rangka mewujudkan WBK dan WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani).

            Pada hari kedua, seluruh hakim dan pegawai diajak sejenak untuk melepaskan penat dan rutinitas kantor dengan outbond. Acara tersebut dipandu oleh tim outbond Club Bunga yang berhasil membuat seluruh civitas PA. Kab. Malang merasa lebih dekat satu sama lain dan kembali segar untuk siap mewujudkan WBK.(red-wul).

Comment


Leave a Comment





Informasi Lainnya


Artikel Lainnya


Sms Layanan